Jumat, 17 Agustus 2012

Dinamika Masyarakat Indonesia

Kehidupan masyarakat indonesia sejak kemunculannya di kepulauan nusnatara ini sepanjang waktu selalu mengalami dinamika, dimulai dari kelompok - kelompok kecil  hingga membentuk bangsa yang begitu besar. Pada awalnya kehidupan masyarakat membentuk suatu komunitas kecil yang ada disuatu pelosok, kemudian membentuk suku bangsa. Setelah itu, masyarakat yang membentuk suatu komunitas tersebut terus mengalami perkembangan budaya yang diciptakannya.
Perkembangan budaya ini tidak tumbuh dan berkembang di masyarakat itu sendiri tetapi diikuti oleh pengaruh pengaruh budaya yang datang dari luar, pengaruh pengaruh tersebut diantaranya pengaruh agama budaya bahasa dari luar, seperti dari India, Arab Islam, dan Eropa. Pengaruh budaya dari luar turut memperkaya budaya masyarakat.
Bangsa Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk dalam perkembangannya menimbulkan berbagai suku bangsa dengan kebudayaan yang berbeda, sehingga perbedaan suku bangsa diikuti dengan agama yang berbeda beda pula karena dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan yang berbeda yang berasal dari luar.
Kemajemukan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Indonesia ternyata telah tertanam rasa dan ikatan Primordial yang dilandasi oleh perasaan kekerabatan, kesukuan, asal daerah, bahasa, pendidikan bahkan agama. Masyarakat majemuk dalam integrasi nasional bagi republik Indonesia, nampaknya tetap bartahan sepanjang tidak dipengaruhi dan merugikan pihak lain.
Kehidupan masyarakat yang sangat majemuk nampaknya menyimpan sebuah potensi konflik horizontal. Karena itu, pemrintah, masyarakat, kelompok - kelompok sosial, maupaun individu harus tetap wasapada terhadap terjadinya konflik yang mungkin akan terjadi, sehingga diperlukan kesadaran yang tinggi dalam memahami rasa kebangsaan yang utuh. Karena kemajemukan yang terjadi tidak dapat dihindari. Maka, diperlukan adanya konsensus yang senantiasa dihormati sebagai pengendali konflik. Timbulnya konflik yang pernah terjadi di berbagai daerah sebagai akibat rapuhnya konsensus nasional dan pudarnya kesadaran sebagai masyarakat yang majemuk. Karena kesadaran itu penting dan menjadi kewajiban bersama yang harus dilakukan setiap warga negara sebagai mana semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar